Informasi Tips Blog Blogger | Seputar Kehidupan Blogger | Software | Games | Gadgets

Sinopsis Queen Seon Deok episode 6

Posted by Herly Deflin 0 komentar
Deok Man berjalan kesana kemari bertanya tentang Moon Noh, sampai seseorang berkata :
Joo Bang : “Tuan Moon Noh bukan orang yang mudah ditemui.” Deok Man melihat ada orang yang berlutut untuk memohon bertemu Moon Noh juga. Joo bang tetap berkeras Moon Noh tidak mudah ditemui.

Joo Bang melihat bahwa Deok Man mudah ditipu, jadi dia pura2 jatuh dan berkata ia lapar karena berpuasa dan belum berbuka. Deok Man percaya dan ia mencari makanan untuk Joo Bang. Deok Man terus memohon bertemu Moon Noh. Joo Bang berkata ia dapat membantu Deok Man karena Deok Man telah berkorban.
Saat itu tentara Hwa Rang mendekati mereka. Joo Bang meminta Deok Man mengambilkan air. Saat Deok Man pergi, Joo Bang juga pergi. Deok Man tidak dapat menemui Joo Bang.

Joo Bang dituduh mencuri perhiasan milik Kim Yu Shin. Deok Man yang mencari Joo Bang melihat Joo Bang dikelilingi tentara. Saat Deok Man mendekat, Joo Bang memasukkan perhiasan ke kantung Deok Man. Kim Yu Shin datang dan bertanya apa Joo Bang benar mencuri “Yoo Bae” yang diberikan ayahnya. Joo Bang pura2 tidak salah.
Kim Yu Shin adalah putra Jenderal Kim Su hyeon dan Putri Man Myeong (cucu Raja Jinheung), jadi Kim Yu Shin ini adalah sepupu Deok Man.

Joo Bang digeledah dan tidak ditemukan apapun. pasukan Hwa RAng pergi begitu saja. Deok Man kesal dan berkata mereka seharusnya minta maaf pada Joo Bang karena telah salah menuduh. Kim Yu Shin berkata bahwa pasukannya tidak akan salah menuduh orang. Joo Bang sudah bersiap pergi, Kim Yu Shin juga mau pergi tapi Deok Man menahannya. Pasukan hwarang jadi marah karena Deok Man kasar dan agresif.

Kim Yu Shin menegaskan pasukannya tidak pernah salah. Benarkah, kata Deok Man, kalau begitu mengapa setelah menggeledah orang mereka juga tidak menemukan yang dicari? Kim Yu Shin kaget melihat Deok Man menghina Hwarang. Joo Bang mencoba menengahi dan menasihati Deok Man dengan ajaran Sang Budha, tapi Deok Man masih berpikir Hwarang tidak adil. Joo Bang menenangkan pasukan Hwarang. Kim Yu Shin akhirnya pergi dengan kesal.
(scene ini benar2 fun, actor remaja Lee hyun Woo sbg Kim Yu Shin dan Nam Ji Hyun sbg Deok Man, juga berperan sebagai suami isteri dalam drama The Great King Sejong, he..he cute )

Joo Bang menyeret Deok Man ke sebuah kedai. Joo Bang berkata bagaimana Deok Man dapat sekasar itu, mana mungkin ia mengenalkan Deok Man pada Moon Noh. Joo Bang berusaha mengambil perhiasan Kim Yu Shin di kantung Deok Man, tapi gagal karena Deok Man tiba2 berlutut dan memohon. Deok Man bahkan memberikan beberapa perhiasan emas pada Joo Bang, Joo Bang menerimanya dan menulis sesuatu. Joo Bang memberikan petunjuk pada Deok MAn.

Meminta Deok Man menemui seorang bernama Seolji dan memberikan tulisannya. Seolji akan memberi Deok Man petunjuk. Go Do menanyakan perhiasan Kim Yu Shin pada Joo Bang, Joo Bang berkata masih ada pada Deok Man, tapi ia menunjukkan perhiasan yang lebih bagus.

Se Jong minta pasukan dibagi untuk menyerang Moon noh. Seol Won Rang berkata Moon Noh ada di Manno. Daerah itu ada dalam kekuasaan Jenderal Kim Seo Hyeon dari Gaya (daerah persemakmuran kecil antara Silla dan Baekje). Mi Saeng berkata ini kesempatan bagus untuk melepaskan diri dari kekacauan di Sang San, menyerang Moon Noh dan menghukum Kim Su Hyeon karena tidak mengusir pemberontak. Se Jong berpikir untuk mengirim pasukan ke daerah kekuasaan Kim Su Hyeon harus seijin Raja Jinpyeong.

Seol Won berkata Mi Shil pasti akan memperoleh ijin Raja. Raja sekarang tidak seperti dulu lagi, Raja hanya menghabiskan waktunya dengan mabuk dan pesta pora. Mi Shil menghadap dan minta ijin mengirim pasukan ke Manno. Raja berkata lakukan saja sesukamu. Eul Jae berkata, daerah itu adalah kekuasaan Kim Su Hyeon. Tidak ada alasan mengirim pasukan dari istana. Raja merasa kesal dan berteriak pada Mi Shil, Aku sudah berkata lakukan sesukamu! Mengapa kau masih di sini mengganggu kesenanganku!

Ha Jong yang akan memimpin pasukan. Seol Won Rang membantu membersihkan kaki Mi Shil (wow..) dan berkata bahwa Ha Jong kurang cakap untuk memimpin pasukan. Ha Jong kurang cermat dan penilaiannya mungkin akan merusak rencana, dengan kata lain Ha Jong itu tolol. Mi Shil juga tahu itu tapi ia akan memintanya untuk menangani para perusuh. Sedang untuk menangani Moon Noh, Mi Shil ingin Bo jong yang maju. Seol Won berkata Bo Jong masih terlalu muda, tapi Mi shil tahu kemampuan Bo jong. Bo Jong itu bukan hanya anakmu, tapi anakku juga. setiap melihat Bo Jong aku melihat diriku sendiri, kata Mi Shil.

Ha Jong tidak senang saat tahu bahwa bukan dia yang akan menyerang Moon Noh. Tapi Se Jong menghibur anaknya.
Bo jong mendapat berita juga dari ayahnya, dia heran mengapa mereka harus menghukum Gukseon Moon Noh. Jika ini diketahui, seluruh pasukan Hwarang akan melawan mereka. Seol Won berkata Bo jong harus bertindak hati2, tidak boleh seorangpun tahu. Bo Jong merasa tidak adil, mengapa mereka yang susah tapi yang dapat penghargaan adalah Se Jong dan anaknya Ha Jong. seol Won meminta anaknya membiasakan diri dengan keadaan dan meminta maaf karena ia yang telah menjadi ayahnya. (maksudnya krn kedudukan kastanya lebih rendah dari Se Jong dan Mi Shil).

Mi Saeng menemui kakaknya dan siapa yang akan dipilih Mi Shil. Mi Saeng berkata, Se jong itu sudah tepat tapi Ha jong benar2 payah. Seol Won Rang juga tidak mungkin karena kedudukannya. Mi Shil balik bertanya bagaimana kabar anak ke-86 Mi Saeng (???), dia dengar cukup lumayan. Mi Saeng tertawa ia cukup kesulitan mengenali nama anaknya, ia berkata ada sekitar 100 atau 91 orang termasuk anak perempuan. Mi Shil berkata, ibu mereka akan meninggal dunia dengan cemas jika melihat perilaku Mi saeng seperti ini. Mi Saeng tanya siapa yang akan dipilih. Mi Shil berkata, takdir yang menentukan.

Cheon Myeong tiba di Benteng Manno dan meminta pengawalnya bertanya tentang Moon Noh. Mereka membawa perahu. Pengawalnya kembali dan melapor bahwa situasinya kurang aman, jadi sebaiknya pergi dulu dan menunggu. Deok Man berlari menghentikan perahu mereka. Pengawal Cheon Myeong berusaha mengusir Deok Man dan bahkan melemparkannya ke air. Deok Man berenang dan kembali ke perahu, ia berkata ia akan membayar. Deok Man tetap saja diusir tapi ia berkeras naik. Cheon Myeong heran dengan kekeraskepala-an Deok Man (andai mereka tahu…)

Tiba2 mereka diserang. Deok Man minta tolong diangkat ke perahu, Cheon Myeong sekuat tenaga menarik Deok Man, tapi Deok Man menyadari ada panah menuju mereka. ia menarik cheon Myeong ke air untuk menyelamatkannya. Pengawal Cheon Myeong datang dan minta maaf pada Putri.

Pengawal Putri marah pada Deok Man karena membuat mereka kehilangan perahu, terlambat, Putri hampir tenggelam. Jadi mereka mengikat Deok Man, tiba2 ada serangan lagi. Cheon Myeong dan pengawalnya lari. Deok Man berhasil melepaskan talinya. Pengawal putri kena panah dan mati. Deok Man berlari melewati mereka dan sesaat kedua putri saling bertukar pandang. Akhirnya Deok Man dan Cheon Myeong berlari bersama.

Ha jong berpidato di depan pasukannya. Sementara Bo Jong menjalankan misi rahasia. Bo Jong membawa beberapa orang yang setia sampai mati. Mereka kaget ketika tahu bahwa misi ini adalah untuk membunuh Moon Noh. Tapi mereka taat karena Moon Noh dianggap memberontak pada negara.

Kim Yong Chu kaget ketika mendengar ada pasukan yang dikirim ke Manno. Dia mencemaskan Cheon Myeong yang pergi kearah sana. Sementara itu Cheon Myeong mengikuti Deok Man. Putri meminta Deok Man menjadi pengawalnya. Cheon Myeong memberikan cincin jade pada Deok Man sebagai gantinya. Deok Man menerimanya dan berkata ia akan mencari tahu dimana mereka sambil berjalan. Cheon Myeong berkata apa Deok Man tahu aturan pertama seorang pengawal adalah tidak akan pernah meninggalkan orang yang dikawalnya.

Deok Man kesal dan pergi tapi Cheon Myeong tidak mau beranjak. Akhirnya Deok Man membersihkan jalan dari ranting2 agar Putri dapat melewatinya. Cheon myeong terjatuh dan Deok Man menolongnya, saat itu ada suara ular, Cheon Myeong melihat ular itu melewati kakinya dan berteriak. Deok Man menggoda Cheon Myeong dan berkata ia tidak boleh menyentuh Cheon Myeong dan pergi. Cheon Myeong memerintah Deok Man untuk berhenti. Deok Man mengembalikan cincin Putri dan mengundurkan diri dari posisi pengawal.

Cheon Myeong minta agar ular dikakinya disingkirkan. Deok Man menyadari sebenarnya Cheon myeong bukan biksuni dan bertanya apa yang dapat dilakukan Cheon Myeong. Deok Man heran apa Cheon Myeong bisa lari atau jalan atau tetap jalan meskipun ada batang pohon didepannya. Deok Man bertanya apakah ia harus memperlihatkan rasa hormatnya pada Cheon Myeong, apa seluruh dunia berlutut dihadapan Cheon Myeong. Deok Man berkata ia tidak punya keahlian itu.
Deok Man minta Cheon Myeong meminta tolong dengan sopan (ha..ha) Akhirnya Deok Man mau menyingkirkan ular itu dan ia berkata ular itu bahkan tidak beracun. Putri marah dan menampar Deok Man. Mereka berpisah. Deok Man menyadari Putri berjalan ke arah jebakan, dia berbalik ke arah Putri dan ikut terjebak.

Seolji, pemimpin pemberontak yang menjebak mereka. Seolji membaca tulisan Joo Bang, ternyata Joo Bang menyerahkan Deok Man pada Seolji sebagai ganti dirinya. Joo Bang sudah menipu mereka dengan berkata ia dapat mendatangkan hujan, padahal tidak. Semua melampiaskan kemarahannya pada Deok Man. Penduduk ingin Deok Man dan Cheon Myeong dijual sebagai budak. Mereka disekap. Deok Man berkata ia dijebak Joo Bang, penduduk sebenarnya mengerti tapi mereka butuh uang jadi mereka harus menjual Deok Man. Apalagi sudah lama tidak turun hujan jadi kekeringan dimana-mana.

Deok Man terus saja menggedor pintu dan Cheon Myeong meminta Deok Man berhenti. sampai pagi hari..Deok Man terus menggedor pintu akhirnya Deok Man berkata ia dapat mendatangkan hujan. Ia minta dibebaskan dan Deok Man membuat api dengan kaca pembesar. semua orang takjub, Deok Man berkata ia dapat mengendalikan api dan air, ia minta bukunya diembalikan. seolji memberi waktu 3 hari untuk mendatangkan hujan. Jika Deok Man gagal, mereka akan mati.

Cheon Myeong tahu Deok Man menggunakan kaca pembesar, ia bertanya apa rencana Deok Man sebenarnya. Deok Man tidak tahu, tapi bagaimanapun mereka masih punya waktu selama 3 hari untuk memikirkannya.

Altar sudah disiapkan, Deok Man berlutut dan memohon hujan bahkan ia berdoa pada So Hwa untuk menolongnya. Cheon Myeong memberikan akar untuk dihisap oleh Deok Man, sudah tiga hari Deok Man berlutut. Malamnya Cheon Myeong berpikir mereka dapat lari kalau penjaga tertidur, tapi justru Cheon Myeong tertidur. Pagi hari penduduk ribut karena Deok Man menghilang, ternyata Deok Man menggali tanah, ia berkata jika air tidak turun dari langit, ia dapat menggali dari tanah. Percuma saja kata Seolji mrk sudah pernah mencobanya. Seolji menyuruh Deok Man berhenti.

Akhirnya Deok Man meledak, ia sudah menempuh perjalanan jauh dan kehilangan ibunya untuk sampai ke sini. Ia tidak mau dijual sebagai budak, ia lebih baik mati bunuh diri. Ia hanya ingin bertemu Moon Noh sebelum mati. Mendengar itu Putri sangat terkejut. Tapi Deok Man terus saja berteriak-teriak marah dan akhirnya penduduk melepaskannya, karena Deok Man juga tidak akan dapat dijual dengan harga tinggi. Mereka menyuruh Deok Man pergi, tapi Cheon Myeong tetap ditahan karena ia pasti berharga. Cheon Myeong melihat Deok Man pergi, ia berkata ia tahu dimana Moon Noh dan ia akan membawa Deok Man kesana, tapi Deok Man sudah terlalu sering dibohongi sehingga ia pergi.

Cheon Myeong berkata ia adalah Putri Silla, penduduk tidak percaya dan mengejek Cheon Myeong. Tiba-tiba langit mendung dan jatuh air, hujan! Penduduk senang sekali dan melepas Cheon Myeong karena Deok Man sudah memberkati mereka dengan hujan. Sebelum mereka pergi, tiba-tiba Seolji diserang oleh Ha Jong. Pengawal Ha Jong melihat Cheon Myeong dan menembakkan panah, Deok Man kembali dan menyelamatkan Cheon Myeong. Kedua saudari kembar itu lari dan dikejar pasukan Ha Jong. Cheon Myeong tergelincir dan Deok Man menahannya, tapi Deok Man akhirnya juga terjatuh. Berdua jatuh ke tebing. Pasukan Ha Jong melihat mereka terjatuh dan berpikir mereka sudah mati.

Cheon Myeong bangun dan tidak menemukan Deok Man jadi ia berteriak memanggilnya. Deok Man ada di bawah dan hanya bergantung pada rumput. Deok Man minta Cheon Myeong mengeluarkan tali dari tasnya dan melemparkan ke bawah. Cheon Myeong berusaha menarik Deok Man dari atas tebing. Cheon Myeong tergelincir lagi, Deok Man melihat mereka berdua dalam bahaya, jika tanahnya longsor maka mereka berdua akan mati. Cheon Myeong tetap berkeras dan kehilangan sepatunya, tangannya sudah berdarah karena menahan tali.

0 komentar:

Post a Comment