Informasi Tips Blog Blogger | Seputar Kehidupan Blogger | Software | Games | Gadgets

Cara Membudidayakan Jamur Tiram Putih

Posted by Herly Deflin 0 komentar
Banayk orang menyukai jamur tiram putih, karena rasanya yang empuk. Bagi yang berminat membudidayakan Jamur Tiram Putih di bawah ini akan di bahas caranya. Jamur Tiram putih mempunyai prospek pasar yang bagus, karena selain rasanya yang enak juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh.
Baiklah kita muali menguraikan cara budidaya Jamur putih tersebut, sebeulnya kita harus menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan diantaranya :
A. Bahan-bahan :
- Bibit jamur harus yang berkualitas.
- Bekatul.
- Air bersih untuk membasahi bekatul.
- Kapur dolomite untuk mengatur PH.
- Tepung jagung.
- Kapas.
- Serbuk gergaji ( serguk gergaji kayu yang homogen bukan heterogen ) dan hindari serbuk kayu yang bergetah.
- Bag Log
B. Alat-alat :
- Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin. Baca : Cara membuat kumbung jamur
- Rak Jamur.
- Alat pengepres untuk pemadatan campuran media.
- Alat pengaduk bibit ( Spatula ).
Cara budidaya jamur tiram putih :

1. Media
- Serbuk gergaji ditambahkan air dengan kelembaban kira-kira 50 – 65%.
- Apabila dicampur dengan tepung jagung maka kompsisinya adalah tepung jagung ( 10% ), bekatul ( 10% ), dan serbuk gergaji ( 80% ). Apabila tanpa tepung jagung maka serbuk gergajinya 15% dan 85%.
- Campur dengan macam-macam media sampai rata.
- Kasih kapur dolomite hingga PH menjadi netral atau 7.

2. Pengemasan Media

- Masukkan dalam plastik bahan-bahan media yang sudah tercampur dengan rata.
- Media kemudian dipres dengan rapat namun pada mulut pastiknya di beri cincin yang fungsinya untuk memasukkan bibit jamur nantinya.
- Tutup ujung media dengan kapas agar tak terkena uap.
3. Seterilisasi
Trik budidaya jamur tiram tak lepas dengan yang namanya sterilisasi media. Sebab media yang di gunakan harus bersih dari microbia pathogen seperti bakteri dan jamur.
Berikut ini trik seterilisasi media :
- Masukkan dulu sepatula yang akan di gunakan untuk menyebarkan bibit agar tidak merepotkan saat seterilisasi alat.
- Sepatula sebaiknya di bungukus dengan plastik dan di tutup agar lebih aman.
- Masukkan dan tata media dalam drum pemanas untuk proses sterilisasi.
- Panaskan media hingga suhunya mencapi 90 derajat dan bisarkan selama 8 sampai 9 jam.
- Biarkan drum tetap tertutup untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik.
4. Inokulasi Bibit Jamur
- Cuci tangan dengan sabun anti kuman dan semprot dengan alkohol 70% untuk meminimalisir kontaminan.
- Angkat dan keluarkan sepatula dari plastik.
- Buka tutup wadah bibit dan aduk dengan sepatula yang sudah seteril.
- Buka kapas di mulut plastik dan masukkan bibit setelah itu tutup kembali dengan kapas.
- Pasang kembali tutup media.
- Bibit siap di inkubasi.
5. Cara Inkubasi
- Letakkan media yang sudah di beri bibit pada rak pentimpanan.
- Lama inkubasi kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22 hingga 28 derajat celsius.
6. Pemeliharaan
- Selama masa pemeliharaan penutup baglog sebaiknya sedikit di buka.
- Usahan ventilias udaranya lancar agar dapat mensuplai oksigen dengan baik.
- Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat tengah hari untuk mempertahankan kelembaban udara.
7. Panen
Jamur tira putih sudah bisa di panen jika badan jamur sudah tumbuh besar dan lebar.
Yang perlu diperhatikan dalam budidaya tiram iniadalah lingkunga, semakin lembab lingkungannya semakin meicu terjadinya kontaminanasi. Oleh sebab itu jika budidaya jamur tiram putih dilakukan di tempat sebainya kadar nutrisinya dikurangi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyakit.
Semoga tutorian ini bisa bermanfaat, terutama bagi mereka yang berniat mengembangkan usaha di bidang budidaya jamamur tiram putih.

GUEST BLOG: Penulis dibalik Artikel ini:
Cara Cara Dot com
 | dcaracara.com

0 komentar:

Post a Comment